saritetep4

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Posted on: Januari 14, 2012

PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

 

  1. PENDAHULUAN

Peserta didik adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, ia membutuhkan orang lain untuk dapat tumbuh kembang menjadi manusia yang utuh. Dalam perkembangannya, pendapat dan sikap peserta didik dapat berubah karena interaksi dan saling berpengaruh antar sesama peserta didik maupun dengan proses sosialisasi. Dengan mempelajari perkembangan hubungan sosial diharapkan dapat memahami pengertian dan proses sosialisasi peserta didik.

Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirasakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang.

Perkembangan sosial pada masa remaja berkembang kemampuan untuk memahami orang lain sebagai individu yang unik. Baik menyangkut sifat-sifat pribadi, minat, nilai-nilai atau perasaan sehingga mendorong remaja untuk bersosialisasi lebih akrab dengan lingkungan sebaya atau lingkungan masyarakat baik melalui persahabatan atau percintaan. Pada masa ini berkembangan sikap cenderung menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, keinginan orang lain. Ada lingkungan sosial remaja (teman sebaya) yang menampilkan sikap dan perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan misalnya: taat beribadah, berbudi pekerti luhur, dan lain-lain. Tapi ada juga beberapa remaja yang terpengaruh perilaku tidak bertanggung jawab teman sebayanya, seperti : mencuri, free sex, narkotik, miras, dan lain-lain. Remaja diharapkan memiliki penyesuaian sosial yang tepat dalam arti kemampuan untuk mereaksi secara tepat terhadap realitas sosial, situasi dan relasi baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.

Masa dewasa, yang merupakan masa tenang setelah mengalami berbagai aspek gejolak perkembangan pada masa remaja. Meskipun segi-segi yang dipelajari sama tetapi isi bahasannya berbeda, karena masa dewasa merupakan masa pematangan kemampuan dan karakteristik yang telah dicapai pada masa remaja. Oleh karena itu, perkembangan sosial orang dewasa tidak akan jauh berbeda kaitannya dengan perkembangan sosial remaja.

Dari hal-hal yang diuraikan di atas maka penyusun ingin membuat makalah dengan judul “Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik”.

 

 

  1. Pembahasan

 

  1. Hakekat Pertumbuhan dan perkembangan

Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang berkaitan dengan pertumbuhan biologis seseorang. Pertumbuhan adalah perubahan fisiologis sebagai hasil proses pematangan fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak sehat, berjalan pada suatu periode tertentu.

Perkembangan secara umum diartikan suatu perubahan aspek psikis dari kurang terdiferensiasi menuju deferensiasi, terarah, terorganisasi dan terintegrasi meningkat secara bertahap menuju kesempurnaan, dari samar-samar menuju ke yang lebih terang. Perubahan tersebut berlangsung terus dari yang sederhana menuju ke kompleks, hasil perkembangan sebelumnya diteruskan pada periode berikutnya..

Speaker(1996) dalam sunarto  dan Agung H(2007;38) mengemukakan dua macam pengertian yang berkaitan dengan perkembangan, yaitu :

  1. Ortogenetik, perkembangan sejak terbentuknya individu baru sampai dewasa.
  2. Filogenetik, perkembangan asal-usul manusia sampai sekarang.

 

  1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perekembangan

Pertama, faktor sebelum lahir. Kekurangan nutrisi pada ibu hamil, janin terkena virus HIV, keracunan dalam kandungan akan memmpengaruhi pertumbuhan dan perkembangan seseorang.

 

Kedua, faktor saat lahir. Proses kelahiran yang tidak normal misalnya dilakukan dengan bantuan tang(tabgver-lossing), tekanan dinding rahim ibu saat kelahiran sehingga berefek pada pusat sausunan saraf, dan atau kelahiran dengan pendarahan.

 

Ketiga, faktor sesudah kelahiran. Misalnya kecelakaan sehingga menimbulkan cacat jasmani, demikian juga pengalaman traumatik pada kepala.

 

Keempat, faktor psikologis misalnya bayi disengsarakan ibunya,orang tuanya meninggal. Anak-anak yang demikian akan memiliki kehampaan psikis, kering perasaan, sehingga menyebabkan kelambanan dalam perkembangan psikisnya.

 

  1. Hukum Pertumbuhan dan Perkembangan

Hukum-hukum tersebut Sunarto dan Agung Hartono(2007: 46-49) menulis sbb :

  1. Hukum Cephalocoudal

Bahwa dalam pertumbuhan fisik khususnya dimulai dari kepala ke arah kaki. Contoh : bayi menggunakan mulut, mata lebih cepat dari pada kaki, tangan.

  1. Hukum Proximodistal

Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang mengatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ketepi. Alat-alat tubug di pusat (jantung, hati, paru-paru dll) berfungsi terlebih dahulu dari pada anggota tubuhnya.

  1. Perkembangan terjadi dari umum ke khusus.

Pada setiap aspek pertumbuhan dan perkembangan dimulai dari hal-hal yang bersifat umum, kemudian sedikit demi sedikit menuju ke hal yang khusus.

  1. Perkembangan berlangsung sesuai dengan tahap perkembangan

Dalam setiap perkembangan terjadi tahap-tahap perkembangan yang mesti dilalui oleh setiap aspek perkembangan. Pada umumnya para ahli membagi tahap-tahap perkembangan manusia sebagai berikut :

1)      Masa pralahir.

2)      Masa bayi (0-2 tahun)

3)      Masa kanak-kanak (3-5 tahun)

4)      Masa abak anak (6-12 tahun)

5)      Masa remaja (13-24 tahun)

  1. Masa awal remaja(13-15 tahun)
  2. Masa remaja ( 16-20 tahun)
  3. Masa akhir remaja(21-24 tahun)

6)      Masa dewasa(25-60 tahun)

  1. Masa awal dewasa(25-30 tahun)
  2. Masa dewasa (31-45 tahun)
  3. Masa akhir dewasa (46-60 tahun)
  4. Masa tua (61 tahun keatas)
  5. Masa lansia (71 tahun keatas)

e. Hukum tempo dan Irama Perkembangan

Tahap perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus, tetap. Berlaku secara terus umum dalam suatu tempo dan irama perkembangan sesuai dengan irama masing-masing individu.

Gejala kelambatan perkembangan dapat dilihat pada:

1)      Jika pertumbuhan fisik jauh tertingal dengan bayi lain tanpa sebab khusus, maka dapat diupahami fisiknya tergangu.

2)      Jika kemampuan berbicara terlambat dibanding dengan anak lain pada masa perkembangan, diperkirakan fungsi fisiknya mengalami hambatan

 

Pentingnya memahami pertumbuhan dan perkembangan anak :

  1. Pada masa anak (umur SD) terjadi proses perkembangan yang cepat. Hal ini dapat kita lihat pada tahun pertama,pertumbuhannya akan terlihat begitu cepat.
  2. Kesan pertama/tanggapan awal akan berpengaruh lama dalam perkembangan anak. Ada ungkapan, kecil teranja-anja besar terbawa-bawa, belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air. Ungkapan ini menunjukkan bahwa apa yang diperoleh pertama akan menentukan perkembangan selanjutnya.
  3. Sesuatu yang kompleks dapat dianalisis dari yang sederhana. Contoh kalimat yang panjang mesti terdiri dari kalimat yng pendek.

 

 

Daftar Pustaka :

Hendri Agustin. 2001. Psikologi Perkembangan. Bandung: Aditama

Marsudi Saring,dkk.2008. Perkembangan Peserta Didik. Surakarta : UMS press.

Monk knoers. 1998.Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Reni Akbar.2001.Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Grasindo.

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

time

Kalender

Januari 2012
M S S R K J S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categoris

counter

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: