saritetep4

PENGGUNAAN MEDI UNTUK INOVASI PENDIDIKAN

Posted on: Januari 14, 2012

PENGGUNAAN MEDIA SUMBER BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR MENGAJA

 

A. Pendahuluan

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu pertanda bahawa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah dan tidak menutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut harus sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Di samping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia. Untuk itu, guru harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pembelajaran.

  1. B.          PEMBAHASAN

a.  Pengertian Media

Kata “Media” berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium”, yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Dengan demikian, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Bila media adalah sumber belajar, maka secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.  Karena dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Karena itu, tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk menggunakan media. Apabila diabaikan, maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran.

b.      Media sebagai Alat Bantu

Media sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri. Karena memang gurulah yang menghendakinya untuk membantu tugas guru dalam menyampaikan pesan-pesan dari bahan pelajaran yang diberikan guru kepada anak didik. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka bahan pelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh setiap anak didik, terutama bahan pelajaran yang rumit atau kompleks.

Pada satu sisi, ada bahan pelajaran yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada bahan pelajaran yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pengajaran  seperti globe, grafik, gambar dan sebagainya. Bahan pelajaran dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar diproses oleh anak didik. Apalagi bagi anak didik yang kurang menyukai bahan pelajaran yang disampaikan itu. Anak didik cepat merasa bosan dan kelelahan tentu tidak dapat mereka hindari, disebabkan penjelasan guru yang sukar dicerna dan dipahami. Guru yang bijaksana tentu sadar bahwa kebosanan dan kelelahan anak didik adalah berpangkal dari penjelasan yang diberikan guru bersimpang siur, tidak ada focus masalahnya. Hal ini tentu saja harus dicarikan jalan keluarnya. Jika guru tidak memiliki kemampuan untuk menjelaskan suatu bahan dengan baik, apa salahnya jika menghadirkan media sebagai alat bantu pengajaran guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelum pelaksanaan pengajaran.

Akhirnya, dapat dipahami bahwa media adalah alat bantu dalam proses belajar mengajar dan gurulah yang mempergunakannya untuk membelajarkan anak didik demi tercapainya tujuan pembelajaran.

 

 

c.       Media sebagai Sumber Belajar

Belajar mengajar adalah suatu proses yang mengolah sejumlah nilai untuk dikonsumsi oleh setiap anak didik. Nilai-nilai itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi terambil dari berbagai sumber. Sumber belajar yang sesungguhnya banyak sekali terdapat di mana-mana : di sekolah, di halaman, di pusat kota, di pedesaan dan sebagainya. Udin Saripuddin dan Winata Putra (199 : 65) mengelompokkan sumber-sumber belajar menjadi lima kategori, yaitu : Manusia, buku atau perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media pendidikan. Karena itu sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat dimana bahan pengajaran atau asal untuk belajar seseorang.

Media sebagai sumber belajar diakui sebagai alat bantu auditif, visual dan audio visual. Penggunaan ketiga jenis sumber belajar ini tidak sembarangan tetapi harus disesuaikan dengan perumusan tujuan instruksional, dan tentu saja dengan kompetensi guru itu sendiri.

 

d.      Macam-macam Media

1)  Dilihat dari jenisnya, media dibagi dalam :

a)    Media Auditif

Media Auditif adalah media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja. Contohnya : radio, piringan hitam, tape dan kaset recorder.

b)   Media Visual

Media Visual adalah media yang hanya mengandalkan indera penglihatan. Contohnya : foto, gambar, lukisan dan lain-lain.

c)    Media Audiovisual

Media Audiovisual adalah media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media baik visual maupun auditif. Media ini dibagi lagi ke dalam :

  •  Audiovisual diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam seperti film bingkai suara (sound slide), film rangkai suara dan cetak suara.
  •  Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsure suara dan gambar yang bergerak, seperti film suara dan video kaset.

Pembagian lain dari media ini adalah :

  • Audiovisual Murni, yaitu baik unsure suara maupun unsure gambar berasal dari satu sumber seperti film video kaset.
  •   Audiovisual Tidak Murni, yaitu yang unsure suara dan unsure hambatnya berasal dari sumber yang berbeda. Misalnya : film bingkai suara yang unsure gambarnya bersumber dari slide proyektor dan unsure suaranya bersumber dari tape recorder.

2)   Dilihat dari daya liputnya, media dibagi dalam :

a) Media dengan daya liput luas dan serentak, penggunaan media ini tidak terbatas oleh tempat dan ruang serta dapat menjangkau anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Contoh : radio dan televise

b) Media dengan daya liput yang terbatas oleh ruang dan tempat, media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti film, sound slide, film rangkai yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.

c)   Media untuk pengajaran individual, media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui computer.

3)   Dilihat dari Bahan Pembuatannya, media dibagi dalam :

a)  Media sederhana, media ini bahan dasarnya mudah diperoleh, harganya murah, cara pembuatannya mudah dan penggunaannya tidak sulit.

b) Media kompleks, media ini adalah media yang bahan dan alat pembuatannya sulit diperoleh, serta mahal harganya dan penggunaannya memerluakan ketrampilan yang memadahi.

e.       Prinsip-Prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media

Ketika suatu media akan dipilih dan dipergunakan ketika itulah beberapa prinsip perlu diperhatikan dan dipertimbangkan oleh guru. Drs. Sudirman N. (1991) mengemukakan beberapa prinsip pemilihan media pengajaran yang dibaginyake dalam tiga kategor, yaitu :

  1. Tujuan Pemilihan

Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan yang secara umum mengacu kepada salah satu atau gabungan dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Tujuan ini dapat digambarkan dalam bentuk tugas yang harus dikerjakan oleh siswa, seperti menghafal, melakukan kegiatan yang melibatkan kegiatan fisik atau pemakaian prinsip-prinsip seperti sebab dan akibat, melakukan tugas yang melibatkan pemahaman konsep-konsep atau hubungan-hubungan perubahan dan mengerjakan tugas-tugas yang melibatkan pemikiran pada tingkatan lebih tinggi.

  1. Karakteristik Media Pengajaran

Setiap media mempunyai karakteristik tertentu baik dilihat dari segi keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Memahami karakteristik berbagai media pengajaran merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang guru dalam kaitannya dengan keterampilan pemilihan media pengajaran. Di samping itu, memberikan kemungkinan kepada guru untuk menggunakan berbagai jenis media pengajaran secara bervariasi. Sedangkan apabila kurang memahami karakteristik media tersebut, guru akan dihadapkan kepada kesulitan dan cenderung bersifat psekulatif.

  1.  Alternatif Pilihan

Memilih pada hakekatnya adalah proses membuat keputusan dari berbagai alternatif pilihan. Guru dapat menentukan pilihan media mana yang akan digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan. Sebaliknya, apabila media pengajaran itu hanya ada satu, maka guru tidak bisa memilih, tetapi menggunakan media apa adanya.

 

      DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. Prof. Dr.  2005. Media Pembelajaran. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Bahri Djamarah, Syaiful. Drs. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

time

Kalender

Januari 2012
M S S R K J S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categoris

counter

%d blogger menyukai ini: